Jakarta - Di tengah dinamika pasar saham yang terus berubah, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,72 persen dalam seminggu terakhir, dengan nilai IHSG mencapai 8.271,767 poin. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih menunjukkan tanda-tanda positif, meskipun dengan fluktuasi yang terus terjadi.
Dalam periode yang sama, BEI juga mencatat bahwa satu obligasi baru telah tercatat, yaitu Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk. Nilai pokok obligasi ini sebesar Rp 1.150.200.000.000, dan telah memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Dengan demikian, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang 2025 mencapai 20 emisi dari 13 emiten, dengan nilai Rp 15,71 triliun.
Pergerakan Pasar Saham dan Investasi
Pergerakan IHSG selama seminggu terakhir menunjukkan peningkatan, yang juga diikuti oleh peningkatan rata-rata frekuensi transaksi harian dan rata-rata volume transaksi harian. Rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi, sedangkan rata-rata volume transaksi harian naik 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 3,02 persen menjadi Rp 23,89 triliun.
Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen menjadi Rp 14.941 triliun, yang menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih menarik bagi investor. Namun, perlu diingat bahwa investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 14,42 triliun sepanjang 2026, meskipun pada hari terakhir perdagangan mereka mencatatkan beli bersih Rp 240,57 miliar.


