Selamat datang di ideaonline.co.id
Tips Memasang Umpan dan Jebakan Tikus
Umpan racun tikus ada kelemahannya juga. Tikus tidak akan menyentuh umpan itu kalau temannya sudah tewas setelah melahap makanan tadi. Kelemahan lain adalah tikus yang terkontaminasi racun bisa mati di mana saja. Dengan begitu, bangkai tikus tidak bisa dideteksi dengan cepat.
Posted on 4 Maret 2010 by: Rasantika M. Seta
Tips Memasang Umpan dan Jebakan Tikus

Deteksi bangkai biasanya dilakukan dari sumber bangkai yang menyengat. Kalau tidak segera ditemukan, bangkai tikus bisa menimbulkan penyakit. Racun lain berbentuk butiran dengan campuran bahan yang disukai tikus. Biasanya racun, yang mengandung warfarin, bekerja dengan membuat pendarahan di retina mata tikus. Racun akan membuat daya pandang dan daya tahan tikus jadi menurun. Lama-lama, tikus akan mati kelelahan mencari tempat terang agar pandangannya semakin jelas. Biasanya tikus akan mati dalam waktu sekitar empat hari.

Jika menggunakan racun atau perangkat pengusir/penjebak tikus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Tempatkan racun atau perangkap di tempat yang sering dilalui tikus. Cirinya lihat kotoran yang ditinggalkan serta remah-remah makanan yang tercecer.
  • Pastikan tempat sampah atau sisa makanan lain tertutup rapat, karena tikus cenderung memilih umpan di jebakan atau racun tikus.
  • Racun belum tentu langsung dimakan. Biarkan selama beberapa hari. Jika tikus memakannya, beri terus hingga tidak dimakan lagi. Dengan begitu populasi tikus telah habis.
  • Periksa perangkap tikus setiap hari, segera singkirkan bangkai.
  • Tempatkan racun dalam wadah khusus, misalnya di dalam potongan pipa, sehingga tidak bisa dimakan hewan peliharaan.
  • Jangan sering memindahkan jebakan atau racun tikus, karena hewan ini akan curiga dan enggan mendekati jebakan atau racun tersebut.

Sumber: Rumah Sehat Bebas Hama

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus