Selamat datang di ideaonline.co.id
Mengolah Kreativitas Demi Mempercantik Rumah Idaman 70m2
Rumahnya modern. Elemennya tradisional. Tampilannya tak berkesan kuno. Rasanya risih ya, kalau rumah kita dibilang kuno. Iya kalau tampilan kuno itu terlihat antik dan bagus. Lha, kalau norak?
Posted on 5 April 2010 by: Reni Rohmawati
Mengolah Kreativitas Demi Mempercantik Rumah Idaman 70m2

Nah, rumah ini tak terlihat kuno, apalagi norak. Padahal furnitur, elemen bagunan, dan pernak-perniknya banyak yang bergaya tradisional. Tepatnya, terbuat dari kayu; ada yang berukir seperti gebyok, ada juga yang polos tapi dengan model zaman dulu.

Kenapa tak terkesan kuno? Salah satunya, sang pemilik, pasangan Eni dan A. Rachim, berani main warna. Untuk membuat rumah tampil cerah, ada aksen mencolok merah, biru, dan hijau pada dinding. Putih pada lantai dan dinding, serta cokelat kayu pada plafon pun tak lagi monoton.

Oh iya, Eni dan Rachim pun kreatif. Hasil kreativitasnya diaplikasikan sebagai elemen dekorasi sekaligus fungsional. Lihat saja kabinet kayu di dapur yang berasal dari pintu rumah antik atau railing tangga yang asalnya kayu bajak, dan banyak lagi, yang membuat kita terpukau.

Betul, kreativitaslah yang membuat rumah ini tampil unik. Kata Ippho Santosa dalam bukunya "Marketing is Bullshit ", kreativitaslah yang membuat hidup ini berbobot. Tanpanya, manusia tidak ubahnya seperti robot.

Setuju? Makanya, selalu baca iDEA, majalah yang mengusung ide kreatif seputar rumah. Agar Anda bisa menyimak rumah mungil gaya "campur-campur" ini, buka saja iDEA edisi 75/VII/2010 halaman 12-18.

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus