Selamat datang di ideaonline.co.id
Menata Ruang dengan Hati
Sama seperti seni, menata rumah juga memerlukan lebih banyak cita rasa dibanding logika. Maka, biarkan sesekali hati kita yang berkuasa. Terutama, ketika mendesain ruang keluarga.
Posted on 16 September 2013 by: Putri Dwimirnani
Menata Ruang dengan Hati

Berbeda dengan area lainnya, ruang keluarga tak bisa dibuat sembarang 'indah'. Sebab, yang kelihatan baik belum tentu nyaman. Namun, tak usah ragu karena dibatasi berbagai teori dan aturan. Koordinasikan logika dan perasaan untuk bisa mendapatkan ruangan yang nyaman sesuai selera.

Berangkat dari sana, Herafi Saskia menata ruang keluarganya. Dipilihnya gaya penataan dengan warna netral. Menurutnya, "Warna netral lebih mudah dipadu-padankan." Selain itu, dengan tidak adanya warna yang mencolok, ruangan memang terlihat lebih elegan. Pemilihan warna tersebut sekilas memang membuat ruangan terlihat dingin. Tapi, acara kumpul-kumpul bersama keluarga tetap terasa nyaman dengan tersedianya sofa berbahan tebal dan empuk di sana.

Kenyamanan memang tergantung selera pribadi. Itu juga sebabnya mengapa seluruh lampu di rumah Saskia ini berwarna kuning temaram. Ia menjelaskan, "Saya pribadi kurang suka warna lampu fluorescent yang putih karena kesannya kurang syahdu. Menurut saya sih , warna kekuningan selalu bisa membuat ruangan lebih indah dan enak dipandang."

Jelas, untuk desain rumahnya ini Saskia banyak menggunakan feeling ketimbang teori. Meski begitu, hasilnya bagus juga, bukan? Sebab, penataan rumah memang tergantung selera. Percuma bila didesain oleh arsitek atau desainer interior bila tak mengena di hati.

Jadi, bagi yang tak punya latar belakang desain tak perlu khawatir. Gunakan saja insting dan perasaan Anda. Apapun yang dikerjakan dengan hati pasti hasilnya bagus, kok .

Foto: iDEA Online/Yogie Candra Bhumi

Lokasi: Kediaman Herafi Saskia, Setrasari, Bandung

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus