Selamat datang di ideaonline.co.id
Jilumesh: Jejaring Baja Baru untuk Membuat Lantai Beton
Anda tak perlu lagi repot membuat pelat lantai balkon dari beton. Ada jejaring baja yang lebih ringan, kokoh, dan mudah dipasang.
Posted on 15 April 2010 by: Benedictus Rio S.
Jilumesh: Jejaring Baja Baru untuk Membuat Lantai Beton

Bahan beton memang lazim digunakan untuk membuat lantai balkon. Namun proses pengerjaan cor beton kadang merepotkan lantaran ada tahapan pembuatan bekisting (cetakan). Belum lagi, masa pematangan beton yang dapat menyita waktu.

Kini membuat lantai balkon dapat menggunakan jejaring baja. Material ini awalnya lazim digunakan pada bangunan industri semisal pabrik, gudang pelabuhan, serta kantor, atau sekolah. Jejaring baja pun berkembang sebagai bahan alternatif material pendukung rumah.

Itulah barangkali yang coba ditawarkan PT Sukses Expament, produsen jejaring baja dengan nama produk Jilumesh. Produk ini dapat diaplikasikan sebagai material lantai tangga, pagar, balkon pembentuk furnitur, bahkan kulit terluar bangunan (secondary skin ) untuk mengurangi sinar matahari.
Berupa lembaran, Jilumesh berukuran 120cmx240cm. Bahan baku utamanya terbuat dari expanded metal. “Expanded metal ini merupakan campuran bahan black steel, aluminium, stainless steel dengan campuran bahan logam lainnya,” jelas Suherman dari PT Partiwa Adiputra, distributor yang mematok harga per lembar sekitar Rp137.000 hingga Rp2.000.000.

Karakter panel berlubang-lubang menjadi ciri khas produk ini. Karenanya, sinar matahari dan udara dapat menerobos melalui panel tersebut. Jika diaplikasikan pada tangga, maka kolong yang biasanya gelap kini menjadi terang lantaran sinar dapat masuk. Permukaan yang bergelombang membuat lantai tangga tidak licin jika dipijak.

Proses pemasangan lantai baja ini lebih cepat jika dibandingkan cor beton. Antarsambungan biasanya dilas atau dijepit. Kalau dijepit, maka perlu menggunakan pelat strip, hollow, atau siku agar semakin stabil. Setelah dijepit, Jilumesh langsung dibaut. “Bila dilas ada beberapa sistem, yaitu dilas di tiap titik, atau tiap 3 titik. Maksimal jaraknya adalah 5 titik. Bila lebih dari 5 titik dapat berbahaya karena Jilumesh akan melendut,” kata Suherman.

Pemasangan dengan sistem las, kata Suherman, lebih kokoh dan rapi, jika dibandingkan dengan jepit. Sistem jepit memang praktis dilepas pasang, namun tampilan tidak rapi lantaran baut-baut bakal bermunculan. “Orang akhirnya lebih sering memilih sistem jepit karena praktis dan mudah dibongkar pasang,” kata Suherman lagi.

Merawat jejaring baja tidak berbeda dengan bahan logam. Perlu dicat, atau dipoles ulang dengan galvanis jika tampilan mulai kusam. Kalau dilakukan berkala, usia pakai dapat mencapai puluhan tahun atau seumur bangunan.

Foto: iDEA/Adrian Mulya

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus