Selamat datang di ideaonline.co.id
Cara Jitu Oper Kredit KPR
Rahasia sukses  transaksi  take over credit rumah. Cek kondisi rumah, dokumen resmi, dan nilai transaksi.
Posted on 1 Oktober 2012 by: Feni Freycinetia (@deardor)
Cara Jitu Oper Kredit KPR

Ada bermacam usaha untuk memiliki rumah.  Anda bisa  membeli secara tunai atau melalui kredit kepemilikan rumah (KPR). Khusus untuk KPR ada pula cara membeli rumah second yaitu take over kredit atau oper kredit.

T ake over kredit atau oper kredit KPR adalah proses pengalihan kredit dari debitur lama (penjual) ke pihak debitur baru (pembeli). Berbeda dengan proses jual beli rumah pada umumnya, proses resmi take over credit harus melibatkan pihak bank pemberi loan to value (LTV).

 “Take over credit KPR harus resmi dilakukan di bank secara legal. Saya tidak menganjurkan melakukan akad oper kredit secara tidak resmi atau bawah tangan. Meskipun terkesan rumit, karena banyak tahap dan syarat yang harus dipenuhi, cara legal agar tidak merugikan pembeli maupun penjual,” ujar Tejasari Asad, perencana keuangan dari Tatadana Consulting.

Pada praktiknya setelah mencapai kesepakatan soal harga, penjual dan pembeli menghubungi pihak bank untuk melakukan oper kredit. “Sebelum menyetujui permohonan alih kredit, pihak bank akan mengecek sejarah pembayaran debitur lama sekaligus meneliti kemampuan bayar calon pembeli dalam meneruskan angsuran KPR,” tambah Tejasari.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum melakukan oper kredit KPR.

  Periksa dengan seksama kondisi rumah, lingkungan serta fasilitas rumah oper kredit

  1. Perhitungkan nilai transaksi yaitu, nilai jual rumah, besaran saldo hutang pokok, dan besaran cicilan kredit yang masih harus dibayar.
  2. Cek riwayat pembayaran pemilik lama.
  3. Perhatikan keabsahan dan kelengkapan dokumen-dokumen atau sertifikat rumah.
  4. Perhatikan kemudahan pembayaran cicilan via bank yang ditunjuk.
  5. Lakukan proses oper kredit secara legal di hadapan pemilik rumah, bank, dan notaris. 
direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus