Selamat datang di ideaonline.co.id
Menuai Inspirasi Jalinan Rotan Alam
Saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan rotan alam.
Posted on 9 Maret 2012 by: Agah Nugraha Muharam
Menuai Inspirasi Jalinan Rotan Alam

Bila ingin diapresiasi dunia, olah terus sumber alam sendiri, salah satunya furnitur dari rotan,”  -- Yuzuru Yamakawa.

Kalimat di atas terus terngiang di benak Abie Abdillah (24 tahun), desainer produk dari Zylia Design studio. Kunjungan ke pabrik rotan Yamakawa di Cirebon pada tahun 2006 itu memantapkan pilihan Abie kepada Rotan sebagai kajian studi Desain Produknya. Kenapa rotan alam? Material ini ternyata istimewa. Selain karena statusnya sebagai material asli Indonesia, rotan alam mempunyai karakter yang unik.

“Rotan alam itu keras tapi lentur,” Abie menjelaskan. “Karakternya berpori serta pengolahannya cukup tricky. Ketika diolah menjadi sebuah karya, harus ditopang dengan struktur tambahan baik dari material lain maupun dari rotan itu sendiri,” kata Abie.

Sejarah industri rotan alam Nusantara yang kembang kempis menjadi pendorong Abie untuk mengeksplorasinya. Indonesia pernah merajai pasaran rotan alam dunia. Namun menurun di awal tahun 90-an. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang menutup ekspor bahan baku dan produk rotan setengah jadi pada dekade 80-an.

“Hal ini diperparah dengan tidak banyaknya pilihan variasi desain dari berbagai produk rotan alam Indonesia sejak akhir dekade 70-an,” tutur Abie. “Dengan variasi desain yang sedikit, membuat industri rotan bersaing dari segi harga. Kondisi ini semakin mempersulit industri itu sendiri yang tidak dapat menyaingi harga produk dari Cina, Vietnam, Filipina, dan lainnya,” Abie menambahkan.

Tahun 2010 industri rotan alam Indonesia mulai menemukan titik terang. Dukungan pemerintah kepada AMKRI (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia) untuk menjadi sponsor menjadi pemicunya. Hasilnya adalah produk Indonesia dapat ikut pameran furnitur di luar negeri,

Walaupun sekarang sudah ada rotan sintetis, rotan alam tak tergantikan. karakternya khas, perawatannyapun mudah. “Cukup dilap kering, jangan kena air, dan jangan ditaruh langsung di atas tanah,” kata Nisa, staf Trans Mart Indonesia Nusantara (TMIN), produsen rotan. Melalui rotan alam, Trans Mart Indonesia berpartisipasi di Pekan Produk Kreatif Indonesia 2011. Dengan produk yang sama Abie Abdillah menghasilkan karya “Loop Lounge Chair ” yang telah menjadi bagian dari koleksi brand  Chamdani dan turut dipamerkan di acara IMM-Cologne, Jerman pada Januari 2011 yang lalu. Karya Abie yang lain, yakni “Pretzel Bench ”, mengantarkannya menjadi nomine S ingapore F urniture D esign A wards .  

Walaupun mendapat gempuran dari rotan sintetis produk luar negeri, rotan alam lokal akan tetap bertahan. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga produk negeri sendiri?” tutur Nisa. Sesuai dengan filosofi rotan yang lentur, luwes dan bermanfaat. “Terus berkarya, mengikuti arus di berbagai kondisi,” pungkas Abie.

Foto : Dok. Abie Abdillah, Trans Mart Indonesia Nusantara

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus