Selamat datang di ideaonline.co.id
Membuat Kupu-kupu dari Daun Kering
Meski terbuat dari daun kering, sepintas memang nampak seperti aseli. Sebagai unsur dekoratif, kupu-kupu ini akan memperindah dinding atau tirai jendela Anda.
Posted on 29 Juli 2013 by: Titik Kartini / Majalah Garden
Membuat Kupu-kupu dari Daun Kering

Anda Bisa menghias ruang keluarga dengan berbagai cara. Antara lain dengan daun kering. Lukislah daun kering ini dan rangkai.

Di Eropa dan Amerika, seni ini sudah berkembang sekitar 5 – 10 tahun terakhir. Ide awalnya hanya memanfaatkan daun – daun kering yang jatuh di kebun. Berbagai daun kering tersebut dijadikan media untuk melukis. Aneka ragam bentuk lukisan bisa dihasilkan, mulai dari pemandangan alam, bentuk satwa, wajah manusia, hingga lukisan abstrak.

Siapa tahu juga kalau ditekuni pembuatan karya seni yang mudah dan murah ini mampu mendatangkan keuntungan finansial yang menjanjikan.

Langkah-langkah melukis:

1. Memilih daun

Pilihlah jenis daun yang bisa dikeringkan. Daun - daun yang banyak mengandung air (misalnya daun cocor bebek, lidah buaya, impatient) tidak bisa digunakan. Bentuk daun mesti disesuaikan dengan figur satwa yang diinginkan. Misalnya daun kupu – kupu bisa Anda gunakan untuk membuat kupu – kupu. Jika pengin membuat kumbang, pilih daun yang berbentuk lanset (panjang). Carilah daun yang sudah agak tua dan utuh. Jika terlalu muda, kurang bagus untuk dikeringkan.

2. Mengeringkan

Bersihkan daun-dauan dari sisa air atau embun dengan lap atau diangin – anginkan dulu. Lantas daun diselipkan di antara halaman buku. Atur sedikian rupa hingga semua permukaan daun tertutup oleh buku. Hindari penumpukan daun agar bentuk keringnya tetap bagus. Sebaiknya di atas buku tersebut ditaruh beban agar tekanan pada daun kering itu merata. Pengeringan ini membutuhkan waktu antara seminggu hingga dua minggu. Sebenarnya Anda bisa menggunakan dua papan yang disekrup. Alat ini digunakan untuk produksi masal atau daun – daun yang besar untuk karya khusus.

3. Melapisi warna dasar

Setelah daun – daun kering, Anda tinggal mewarnainya. Agar memunculkan warna sempurna, daun diberi cat dasar acrylic warna putih sampai merata. Setelah itu diangin-anginkan sekitar 10 – 15 menit sampai mengering. Langkah berikutnya kita membuat pola motif satwa yang dipilih.

4. Membuat pola

Sebetulnya langkah ini tidak perlu dilakukan jika Anda sudah terbiasa mewarnai. Namun untuk mengindari kesalahan, pola tetap diperlukan. Buatlah garis-garis sesuai kreasi Anda dengan pensil biasa. Atau bisa juga memanfaatkan urat – urat daun sebagai pola.

5. Memberi warna

Pewarnaan ini mengikuti pola yang sudah dibuat. Akan lebih mudah jika Anda mewarnai warna –warna muda terlebih dahulu. Baru kemudian warna yang lebih tua. Warna hitam paling akhir agar cat tidak berlepotan. Kombinasi tergantung selera. Variasi bentuk bisa didapatkan dengan cara menggunting tepi daun dan mengombinasi warna. Hanya saja pengguntingan ini akan menghilangkan bentuk asli daun. Setelah cat kering, Anda bisa menempelkan peniti atau double-tape di balik daun sebagai perekat pada bidang atau tirai yang akan dihias.

Nah, selamat berkreasi.

Foto: Rohedi Yulianto

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus