Selamat datang di ideaonline.co.id
Menyejukkan Balkon Rumah dengan Taman Euphorbia
Atap beton berlantai keramik jadi taman hijau. Didominasi tanaman hias Euphorbia, taman tampil apik dan asri.
Posted on 10 Mei 2010 by: Dewi Kartini
Menyejukkan Balkon Rumah dengan Taman Euphorbia

Keterbatasan lahan, membuat kita semakin cermat memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada. Jika tak tersisa lahan untuk membuat taman di atas permukaan tanah, buat taman di lantai paling atas. Cukup bermodal atap dengan struktur dan lantai beton beralas keramik, taman pun terwujud.

Kita lihat taman di rumah Turhan Bey (53). Rumah ini berdiri di tengah permukiman yang padat di Jakarta. Taman berada di balkon lantai tiga, lantai paling atas rumahnya.

Sebagian besar area taman diisi tanaman hias Euphorbia. Tanaman itu tumbuh dalam pot-pot plastik hitam yang diletakkan berjejer sepanjang tepi pagar. Setiap Euphorbia memiliki batang tunggal berduri dengan tinggi antara 40cm–60cm. Di bagian puncaknya menumpuk rimbun daun dan bunga.

Sepertiga balkon dilindungi atap bergenteng keramik. Di bagian yang beratap ini ada kursi panjang kayu dari kaso sisa pembangunan rumah. Kesan keras dan kaku pada kursi kayu dilembutkan oleh kehadiran bantal warna-warni. Di belakang kursi ditutup dinding batu bata ekspos, seperti juga sebagian dinding lain. Terdapat dua jendela dengan kusen kayu melengkung bercat hijau. Jejeran kaca warna-warni menghias dinding di atas jendela. Area ini kian semarak dengan permainan motif lantai, serta genteng terakota dan rangka ekspos warna hijau.

Di sana kita bisa melepas penat dan mengirup udara segar, sambil menikmati bunga-bunga Euphorbia yang bermekaran. Dari sana, kita juga dapat menikmati pemandangan kota dengan gedung-gedung tinggi. “Saya senang bisa memiliki taman ini karena jarang ada yang punya,” kata Turhan, yang mendesain sendiri taman ini, dengan bangga.

Pada rumah dengan lahan terbatas ternyata Turhan dapat membuat taman hijau yang asri dan prestisius.

Foto: iDEA/Richardo De Melo

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus