Selamat datang di ideaonline.co.id
Atap Gelombang dari Bahan Aluminium Kemasan Daur Ulang
Aluminium foil bekas kemasan bisa diubah menjadi atap bangunan. Ruang di bawah atap pun menjadi lebih adem dan tetap sehat tentunya. 
Posted on 11 Oktober 2010 by: Indra Zaka Permana
Atap Gelombang dari Bahan Aluminium Kemasan Daur Ulang
atap

Sejak tahun 2007, PT. Sapta Lestari Perdana berusaha untuk memproduksi sebuah material atap gelombang yang diolah dari material daur ulang kemasan minuman. Bekerjasama dengan Tetrapak, PT. Sapta Lestari Perdana berhasil membuat atap yang tahan panas, tahan tekanan,  memiliki daya pantul terhadap sinar matahari, serta membuat udara di bawah atap jauh lebih dingin dibandingkan dengan penggunaan atap asbes.

 Menurut  Indra Wiguna, CEO PT. Sapta Lestari Perdana, material tetrapak ini bisa dibilang berkategori green . Bahan baku didapatkan dari kerjasama dengan pengepul sampah di hampir seluruh kota besar Indonesia. Dari bahan baku tersebut bisa diproduksi 400 lembar per hari material Polylum Eco Roof. Material ini pun terus dikembangkan baik secara bentuk dan kualitas. “Kami terus mengujicoba kekuatan material ini, baik dengan merendamnya di air, atau mengujicoba dengan panas sinar matahari."

sortir bahan

 ”Sejauh ini material tidak berubah bentuk saat direndam lebih dari tiga bulan,” ujar Indra. Material ini memang ditujukan untuk menggantikan material asbes yang mulai 2011 dilarang digunakan karena bersifat karsinogen (penyebab kanker). Keberhasilan penggunaan material ini ternyata sudah menjangkau Brazil dan India Bahkan Brazil termasuk salah satu pelopor pengembangan material ini. Menurut Indra, negara lain seperti India dan Brazil pun sudah mengembangkan produk ini dan sukses.

 Proses pembuatan dimulai dari pemilihan material alumunium foil dan plastik kotak kemasan, lalu dimasukkan ke dalam mesin press sebesar 40bar dengan panas 280 derajat celcius selama 10menit. Setelah itu didapat lembaran-lembaran atap gelombang yang kemudian dipotong menjadi ukuran 180cmx80cm. Sisa potongannya diolah lagi menjadi produk baru berupa papan yang bisa menggantikan fungsi papan tripleks.

Foto: iDEA/Ricardo de Melo

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus