Selamat datang di ideaonline.co.id

Wall Garden Tren Baru Menyiasati Lahan Sempit


Keterbatasan lahan karena ketersediaan yang terbatas & tingginya harga lahan sudah pasti menjadi kendala yang sulit dipungkiri dialami oleh para pemukim di daerah perkotaan saat ini. Salah satu cara yang berkembang untuk menghadirkan kehijauan alam terbuka di rumah adalah dinding tanaman/ wall garden .

Posted on 1 Juli 2013 | Penulis: Lestari Suryandari / Arsitek Lanskap
Wall Garden Tren Baru Menyiasati Lahan Sempit

Kehadiran tanaman sudah pasti melindungi kita dari sinar ultra violet, panas dan polusi debu serta udara kotor. Efeknya tentu lebih terasa apabila anda meletakan tanaman yang dapat menjerap polutan. Keluarga tentunya akan lebih terlindungi, sehat dan makin betah di rumah. Tampilan rumah pun dapat menjadi unik dengan adanya aksen wall garden.

Saat ini dikembangkan banyak desain wall garden . Istilahnya juga bermacam-macam. Green façade, green wall, vertical garden, living wall  dan topiade adalah beberapa istilah yang berkembang untuk dinding yang dibangun dengan susunan tanaman. Tidak hanya pada dinding biasa, wall garden  dapat melapisi art sculpture  atau berfungsi sebagai second skin  pada bangunan untuk mengurangi radiasi sinar matahari. Tanaman yang digunakan dapat berupa tanaman border dan semak pendek apapun yang disusun dalam planter box/pot secara vertical.

Penyusunan dapat dilakukan dalam rak-rak ataupun struktur penggantung lain. Rak dapat berbahan kayu, bambu ataupun logam. Pilih material pot/planter box yang ringan seperti plastik. Pilih juga media tanam yang ringan dan kuat memegang air karena planter akan melindungi keluarga anda dari sinar matahari.

Langkah membuat wall garden:

1.Tentukan dimensi dinding tanaman yang anda ingin buat. Pilih daerah yang banyak terkena sinar matahari /berhadapan dengan polusi agar dapat melindungi keluarga secara optimal. Sebaiknya rak masih berada di atas tanah agar air kelebihan penyiraman dapat langsung jatuh ke tanah, agar rapi beri koral tebar di bagian bawahnya. Bila tidak, rencanakan talang yang mengalirkannya ke tanah. Material rak dapat berupa logam yang tahan lama atau bamboo yang ramah lingkungan.

2.Apabila dinding cukup tinggi dan sulit untuk disiram tiap hari, siapkan instalasi penyiraman berupa pipa/selang kapiler atau pipa/selang biasa yang dilubangi.

3.Rencanakan modul ukuran rak-rak yang akan dibuat. Biasanya tanaman border/semak pendek berukuran standard 20x20 cm sampai 30x60 cm. Pilih tanaman yang sesuai dan pot/planter box. Media tanam dapat dipilih yang ringan agar tidak membebani rak dan mudah pemeliharaannya, seperti gel, sabut kelapa, batang pakis, rumput laut, arang dan sekam.

4.Pilih pot/planter box  yang berbahan ringan seperti plastik. Jangan ragu-ragu untuk bereksperimen dengan berbagai warna dan tekstur pot untuk tampilan yang unik. Sesuaikan warna dengan rak dan dinding di sekelilingnya.

5.Di pasaran mulai banyak beredar planter wall garden  yang memungkinkan tanaman ditanam secara horizontal sehingga dinding tercipta tertutup penuh dengan tanaman. Tanaman yang dipilih tidak harus tanaman rambat/menjurai sehingga anda dapat berkreasi lebih bebas.

Foto: iDEA/Richard Salampessy

EDITOR

Konsultan Taman

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus