Selamat datang di ideaonline.co.id
Sederhana Tak Makan Biaya
Di antara bentuk-bentuk atap, bentuk pelana dapat dikatakan paling sederhana. Hanya terdapat dua sisi miring, sisi lainnya berupa gunungan. Bentuk atap ini cukup digemari dan tak lekang oleh waktu.
Posted on 29 Juni 2013 by: Rasantika M. Seta
Sederhana Tak Makan Biaya

Untuk rumah bergaya tradisional maupun modern, atap pelana tetap cocok. Desain atap pelana mempunyai kemiringan kurang lebih 35º. Kemiringan itu menciptakan ruang di dalam atap sehingga cocok untuk rumah di daerah tropis. Radiasi panas ditahan oleh ruang atap, sedangkan guyuran hujan akan mengalir lancar pada penutup atap.

Dari bentuk sederhana ini, kita dapat mengembangkan ke dalam berbagai variasi bentuk. Kemiringan atap dapat dibuat lebih besar, hingga atap terlihat menjulang tinggi. Bagian gunungan yang polos dapat diisi berbagai ornamen cantik. Pada bubungan, salah satu penampang atap dapat dibuat menjorok lebih ke atas. Atau bisa pula menambah teritisan hingga melebar ke bawah.

Solusi Kebocoran

Seperti halnya bentuk atap lain, atap pelana juga memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya pada bagian gunungan yang terekspos. Terpaan angin, hujan, dan panas matahari, membuatnya rawan retak. Ini berimbas pada masalah kebocoran. Cara mengatasinya adalah dengan meletakkan bagian gunungan pada sisi yang tidak terpapar panas matahari. Jika terpaksa, Anda dapat melapisi bagian gunungan dengan cat eksterior (weathercoat).

Struktur atap pelana menggunakan kuda-kuda sebagai tumpuan beban atap. Dari kuda-kuda beban akan disalurkan ke titik-titik kolom. Kuda-kuda dapat menggunakan material kayu atau baja ringan. Karena bagian tepi atap terekspos, maka kuda-kuda tepi dapat diganti gunungan. Gunungan dapat dibuat dari dinding bata atau beton ringan.

Jika teritisan hendak diperlebar ke bawah, bagian usuk diperpanjang sesuai lebar teritisan yang dikehendaki. Kemiringan atap idealnya antara 30º-40º. Jika terlalu landai, dikhawatirkan air hujan tak mengalir lancar. Jika terlalu curam, genteng berpotensi melorot. Boleh saja menggunakan atap pelana curam. Syaratnya, pilih material penutup atap yang dipasang dengan sekrup. Jadi, tak mungkin melorot.

Atap pelana dapat ditutup dengan berbagai macam material. Mulai dari genteng tanah liat, genteng metal, hingga genteng dari beton ringan. Namun umumnya genteng beton ringan menawarkan satu paket dari rangka atap hingga penutup atap. Jadi, silakan berkreasi dengan atap pelana sesuka Anda.

Sumber: iDEABooks/Atap Rumah Modern

Foto: iDEA/Adrian Mulya

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus