Selamat datang di ideaonline.co.id
Cek Sebelum Membangun Carport (2)
Perhatikan tujuh hal berikut ini agar penaung kendaraan dapat berfungsi maksimal.
Posted on 6 Juli 2013 by: Mikael Fredi Indra
Cek Sebelum Membangun Carport  (2)

4 . Konstruksi dan Bahan Lantai yang Kuat

Sebaiknya konstruksi lantai carport  menggunakan tulangan besi beton. Bukan adonan semen biasa. Besi dirangkai dengan jarak 5–10cm. Konstruksi tersebut membuat lantai mampu menahan beban kendaraan. Lantai carport pun terhindar dari masalah amblas/retak.

Jika ingin menggunakan cor semen, lapisi dengan floor hardener . Fungsi bahan tersebut untuk mengikat dan memberi kekuatan lantai dari beban yang kelak dipikulnya. Kokoh dan tak mudah retak.

Pelapis bahan lain adalah keramik khusus lantai carport . Tahan slip. Tidak licin dalam kondisi basah dan kering. Untuk batu alam, pilihlah yang bertekstur kasar. Sebaiknya, coating  batu tersebut agar tidak berlumut.

5 . Perhatikan Drainase

Carport  juga memerlukan sistem buangan air yang tepat. Ada dua sumber air buangan. Pertama, limpahan air hujan. Kedua, air bekas cucian. Pada kanopi, Anda perlu menyediakan talang horizontal dan vertikal dengan diameter ±2inci. Sementara untuk lantai, buatlah tali air semacam got untuk jalan air dengan lebar 2cm.

Atur pula kemiringan atap dan lantai. Misalnya, untuk kanopi polikarbonat kemiringannya 2–3%. Demikian pula sudut kemiringan lantai, sekitar 27° atau 2–3% dari panjang lantai. Dari seluruh instalasi pipa tersebut, Anda perlu membangun jalur pembuangan menerus ke riol kota atau sumur resapan di pekarangan rumah.

 

6 .  Pilih Bahan Penutup  Kanopi   yang Memadai

Kanopi atau atap adalah bagian yang paling tampak dari desain carport . Misalnya dengan menggunakan struktur portal beton, dak dengan kisi-kisi kaca tempered , rangka atau besi hollow  ditutup polikarbonat. Masing-masing model atap tersebut ada plus dan minusnya.

Biasanya, model kanopi akan menentukan bahan yang kelak digunakan. Barangkali sama dengan bahan lantai dan dinding, atap pun demikian. Ada kaca, plastik, metal, genting, polikarbonat, atau beton.

Dari seluruh model tersebut, Anda perlu memilih sesuai desain fasad, kemudahan perawatan, dan harga yang tersedia. Sebaiknya, hindari membangun carport yang terlalu berlebihan sehingga tidak pas dengan tampilan rumah.

7. Tentukan Budget  dan Cari Referensi Desain

Untuk membangun carport , umumnya butuh biaya berkisar Rp5–25juta. Harga tersebut sangat dipengaruhi dari pemilihan jenis struktur dan material yang digunakan. Bila dana terbatas, fokus kembali ke fungsi utama carport  yaitu melindungi kendaraan dari panas dan hujan. Juga memastikan bahan lantai kokoh dan aman digilas roda kendaraan.

Jika dana sudah ada, Anda boleh saja mencari referensi carport dari majalah, buku, televisi, dan internet. Perhatikan desain yang dibangun, jenis atau bentuk struktur, dan pilihan bahan kanopi. Begitu juga, soal penataan cahaya lampu dan hiasan yang cocok untuk dipajang.

Setelah itu, Anda bisa mendiskusikan contoh carport  tersebut dengan arsitek atau kontraktor yang Anda percaya. Mintalah saran darinya mengenai fungsi dan konstruksi. Juga anggaran biaya yang kelak dikeluarkan.

Foto: iDEA/Adeline Krisanti

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus