Selamat datang di ideaonline.co.id
Asyiknya Diorama Kolam Koi!
Setiap taman akan bercerita tentang pemiliknya. Cerita soal pekerjaan, hobi, bahkan mimpi.  Pemilik rumah ini suka koi,  lanskaper pun mewujudkannya.
Posted on 11 Juni 2013 by: Titik Kartitiani (@kartitiani)

Pemilik dan sahabat yang duduk di ruang keluarga Koerniawan Soesilo seperti menyelam di dasar kolam koi. Batu kali berlumut yang melayang seakan disangga aliran air, ikan koi berenang dan gelembung-gelembung air yang dibekukan dalam diorama taman kering.

“Pemilik suka dengan ikan koi, maka saya bikin taman kering seperti di dalam kolam koi,” kata Andie, X-Otic Garden, Bandung. Untuk mewujudkannya, Andie menggunakan resin untuk membuat ragam artwork yang diinginkan. Bahan ini mudah dibentuk sesuai dengan aslinya, mudah diawarnai, awet dan mudah dibersihkan. Bila ada debu dan kotoran lain yang melekat, gampang dibersihkan.

Untuk membuat obyek tersebut melayang, masing-masing artwork disangga dengan besi yang dicat dengan warna putih. Warna ini sama dengan warna latar belakang sehingga tak terlihat. Untuk artwork yang ringan, digantung dengan sling transparan. Kelebihannya, sling ini lentur sehingga bisa bergoyang bila terkena sentuhan. Obyek nampak bergerak seperti terkena aliran air.

Saat mendongak, kita disuguhi ranting pohon dan artwork berupa ulir keemasan. Menurut Andie, artwork ini terinspirasi dari bentuk anting-anting karena pemiliknya punya toko emas. Bahan dengan resin yang dicat dengan keemasan. Perpaduan masing-masing bentuk ini terlihat dekoratif, sebagaimana konsep yang ingin Andie sajikan, taman minimalis dekoratif, baik di dalam maupun di luar rumah.

Gelembung Sebagai Penghubung

Konsep taman lebih banyak unsur softscape . Untuk menjembatani taman depan dihubungkan oleh sebuah artwork berbentuk bola dengan permukaan seperti ranting. “Bentuk dasarnya sih bubble, nyambung dengan buble yang di dalam. Cuman yang di luar saya bikin pecah,” tambah Andie. Lubang-lubang bola ini memancarkan cahaya dari uplighting yang dipasang untuk menerangi taman.

Pendar cahaya di sore hari menerangi petak-petak stepping stone warna hitam. Warna ini menjadi variasi permukaan ground cover rumput gajah mini yang berwarna hijau. Rumput yang mudah dirawat sebagaimana permintaan pemiliknya, sebuah taman yang low maintainance.

Foto: Home Garden/Armin DP

Lanskaper: Andie, X-Otic Garden, Bandung

Lokasi: Hunian Bapak Kurniawan dan Ibu Merry Chandrawati, Cikarang

Sumber: Majalah Home Garden Edisi 6, Juni 2013

 

direktori terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus