Kamis, 4 Februari 2010

  • Email Artikel
  • Simpan ke Kesukaan
  • Cetak Artikel

Warna dan Sofa Sebagai Pembatas Ruang

oleh: Anissa Q. Aini

Ruang keluarga berdinding merah. Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Bermain warna-warna cerah banyak untungnya. Bukan cuma jadi aksen menarik, warna cerah bisa jadi pembatas ruang.

Salah satu cara membuat rumah mungil terasa lapang adalah dengan meminimalisasi bahkan - kalau bisa - meniadakan sekat atau pembatas. Biasanya orang jatuh pada penggunaan kaca sebagai solusi. Sifat kaca yang transparan membuat batas ruang seolah hilang. Tapi, ada solusi lain yang lebih murah, antara lain dengan bermain warna.

Permainan warna-warna cerah pastinya bukan hal asing lagi bagi kita yang suka bereksperimen. Biasanya kita mengaplikasikan warna cerah untuk memberikan karakter, atau menciptakan aksen pada ruangan.

Aplikasi warna cerah antara lain dapat dilihat pada ruang keluarga seluas 9m2 pada foto ini. Warna merah dipakai sebagai warna salah satu dinding ruang. Keberadaannya bukan sekadar aksen. Warna merah sekaligus berfungsi sebagai batas ruang keluarga dengan ruang lainnya. Si dinding merah seolah menegaskan bahwa fungsi ruang ini berbeda dengan ruang lainnya. Ketika beranjak ke ruangan lainnya, dimana kita tidak lagi menemui si dinding merah, secara psikologis kita langsung menyadari bahwa kita sudah berada di ruangan lain. Inilah yang dimaksud dengan permainan warna menciptakan batas ruangan.

Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Lokasi: Rumah Awan Yulianto, Bintaro, Tangerang

Dilihat : 657 orang
  • Rating :
  • 2/5 (5 votes)
  • Beri Komentar
  • Emoticons
      • Very Happy
      • Smile
      • Sad
      • Surprised
      • Shocked
      • Confused
      • Cool
      • Laughing
      • Mad
      • Razz
      • Embarassed
      • Crying or Very sad
      • Evil or Very Mad
      • Twisted Evil
      • Rolling Eyes
      • Wink
      • Exclamation
      • Question
      • Idea
      • Arrow
Jumlah komentar (0)