oleh: Anissa Q. Aini
Barang antik dapat dipergunakan untuk elemen dekorasi ruang keluarga. Ruang pun tak hanya jadi ruang tempat keluarga berkumpul, namun bisa sekaligus sebagai area pajang barang koleksi.
Punya koleksi barang antik, jangan cuma disimpan. Pamerkan saja. Seperti yang dilakukan pemilik ruang keluarga pada foto di samping. D. Oetomo yang suka berburu barang-barang antik, terutama yang bergaya oriental, memajang barang-barang koleksinya di ruang keluarga. Sebagian koleksinya tidak hanya untuk mempercantik ruang, namun juga untuk mendukung fungsi ruang.
Perhatikan meja panjang yang ditempatkan di sana. Meja ini sebenarnya berfungsi sebagai meja sembahyang. D. Oetomo mengubah fungsinya jadi meja pajangan. Berbagai barang antik koleksinya ditempatkan di situ. Di sana ada patung Budha, hingga guci-guci antik.
Walau barang antik memiliki nilai seni tinggi, bukan berarti menjadikan penempatannya di dalam ruang menjadi sangat mudah. Jika jumlahnya terlalu banyak, bisa jadi, karena karakter barang-barang itu, ruangan malah menjadi sesak dan kuno karenanya. Untuk menghindari hal ini, jangan terlalu banyak menempatkan benda antik di satu ruangan. Pilihlah hanya benda-benda yang memiliki kharakter khas, atau benda yang memang sangat berharga. Dengan begitu, keberadaan banda antik tak membuat sesak ruangan, dan kita pun boleh bangga karenanya.
Cara lain untuk mengurangi kesan kuno adalah dengan memadukannya dengan benda modern. Pada ruang di foto, benda aktik dikombinasikan dengan sofa dan coffee table modern. Kebetulan pilihan warnanya senada benda antik, sehingga perbedaan nuansa warnanya tak terlalu menyolok. Dengan begitu, ruangan tak terlalu terkesan kuno.
Jadi, kalau Anda punya barang-barang antik yang berharga, coba pajang untuk mempercantik dekorasi ruang keluarga. Anda boleh membanggakan keberadaannya kok, tanpa harus membuat ruangan terasa kuno. Selamat mencoba!
Foto: iDEA/ Richard Salampessy
Lokasi: Rumah D. Oetomo, Tebet, Jakarta
(rms)