oleh: Putri Dwimirnani
Jakarta - Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta menyelenggarakan seminar pada 20-21 Januari 2010 dengan mengangkat tema "Go Green-Interior" . Acara ini terbuka untuk umum pada hari pertama, dengan judul seminar "Mengupas Tuntas Mengenai Konsep Green Building, Green Interior, Green Lighting dan Green Material". Sementara, hari kedua dibatasi untuk anggota HDII dan calon anggota yang hendak dilantik.
Acara yang dibuka langsung oleh Ketua HDII DKI Jakarta, Drs. Rohadi, HDII, ini ditujukan untuk memberi pembekalan bagi para anggota baru. Isinya antara lain mengenai penataran kode etik, sertifikasi profesi, serta sosialisasi Buku Pedoman Hubungan Kerja (yang biasa disebut sebagai Buku Ungu).
Di sini dijelaskan pentingnya sertifikat bagi para desainer interior di tengah persaingan bisnis. Untuk itu, HDII memiliki Badan Sertifikasi Asosiasi (BSA) khusus untuk mengeluarkan Sertifikat Keahlian (SKA) Desainer Interior. Fungsinya sebagai bukti kompetensi dan eksistensi perencana interior, serta melindungi kepentingan pengguna jasa. Artinya, bila desainer bersertifikat ini melakukan pelanggaran kode etik, maka pengguna jasa bisa melaporkannya ke HDII.
Namun, kepemilikan sertifikat ini juga perlu diwaspadai. Rohadi berbagi pengalaman, "Ada kalanya sertifikat itu kemudian digandakan dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab." Maka, para pengguna jasa diharapkan lebih teliti ketika melihat sertifikat profesi tersebut. Pastikan bahwa sertifikat dipegang oleh tangan yang benar dan belum kadaluarsa. Drs. Prapanca Muchtar, HDII selaku ketua BSA menyebutkan, "Masa berlaku sertifikat adalah tiga tahun sejak dikeluarkan."
Setelah pembahasan mengenai proses sertifikasi, seminar ini berlanjut pada sosialisasi Buku Pedoman Hubungan Kerja. Di sini dijelaskan mengenai design fee yang sering menjadi pertanyaan berbagai pihak. Ketua HDII Pusat, Arjon, HDII memaparkan, "Saat ini pemerintah mulai membebaskan penentuan fee atau billing rate desainer." Sebab, desainer juga ingin dihargai. Selain itu, "Tuntutan untuk menggunakan software desain asli juga memberatkan desainer bila harga desain ditekan serendah mungkin," tambahnya.