oleh: Rasantika M. Seta
Beragam manik dan payet bisa didapat dengan mudah di berbagai toko kerajinan tangan. Batu-batuan ini ada yang terdiri atas batu asli, kristal, dan imitasi (plastik, akrilik). Batu imitasi selain harga lebih murah juga lebih ringan.
Manik (beads ), baik dari batu (imitasi maupun asli), kayu, logam, dan payet, serta kancing harus memiliki lubang pada kedua ujung atau bagian tengahnya. Lubang ini berfungsi untuk memasukkan jarum dan benang atau senar halus agar bisa dikaitkan pada media yang kita pilih.
Manik dari logam, batu, kayu, serta payet, dan kancing yang akan dipasang pada tirai disesuaikan dengan jenis bahan tirainya. Batu asli, misalnya, digunakan untuk aksen tirai berbahan tebal. Sedang tirai berbahan ringan, misalnya gorden katun, atau vitrase nylon (nilon), memakai aksen batu imitasi (plastik dan akrilik) yang kerap diberi warna perak dan emas, atau logam perak dan emas imitasi, serta manik kayu.
Batu yang bentuknya padat menonjol, seperti bulat, lonĀjong, kotak, atau bulat tak beraturan) dipasang secara mengĀgantung, baik pada tirai atau penahan tirai (tie back) dan tassel. Sedang payet dan kancing yang pipih dipasang datar atau sejajar dengan bahan. Pemilihan warna aneka manik dan payet bisa senada dengan bahan atau kontras. Begitu juga dengan penempatannya. Sesuai selera.
Material manik dari kayu, batu, kristal, logam, dan payet, serta kancing bisa dibeli dengan mudah. Manik yang asli maupun imitasi, bisa dibeli secara kiloan maupun satuan di toko-toko kerajinan atau di pasar Rawa Bening di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Begitu juga dengan payet dan kancing. Selain di toko kerajinan (secara eceran), juga bisa di kawasan Mangga Dua, Jakarta. Payet dijual dalam bentuk kemasan plastik, mulai ukuran 10gram sampai 1000gram (1kg).
Sumber: iDEA/Aksentuasi Tirai